OBAT PEMBERSIH PERUT
7 Pili
han Obat Medis untuk Mengatasi Perut Begah
Perut bisa terasa begah saat kekenyangan sehabis makan
banyak atau
menelan terlalu banyak udara. Pada kasus tertentu, kondisi ini juga bisa
menandakan gangguan pencernaan, seperti sembelit. Lantas, obat apa yang bisa
Anda minum untuk perut begah?
Obat bebas
untuk meredakan perut begah
Bagi kebanyakan orang,
obat-obatan sebetulnya tidak perlu menjadi opsi pertama untuk mengatasi perut
begah. Anda dapat mengurangi rasa tidak nyaman pada perut dengan banyak minum
air dan melakukan aktivitas fisik ringan.
Namun, bagi yang lain, rasa
begah bisa begitu menyiksa hingga mengganggu kegiatan sehari-hari. Apalagi jika
rasa begah disebabkan oleh gangguan pencernaan kronis seperti kolitis ulseratif
atau penyakit Crohn.
Apabila cara alami tidak cukup
untuk meredakan keluhan Anda, di bawah ini beberapa jenis obat yang dapat Anda
gunakan.
1. Bismuth
subsalisilat
Bismuth subsalisilat yaitu obat
untuk mengatasi perut begah akibat irritable bowel syndrome (IBS)
dan
diare.
Selain itu, bismuth subsalisilat juga dapat digunakan untuk mengurangi rasa
tidak nyaman di lambung dan usus.
Obat ini bekerja dengan
mengurangi jumlah gas hidrogen sulfida yang diproduksi bakteri usus agar tidak
makin menumpuk dalam perut. Kendati efektif, obat ini punya efek samping
seperti sakit perut, perubahan warna feses,
dan susah tidur.
2. Alfa
galaktosidase
Alpha-D galactosidase merupakan
obat untuk mengatasi perut begah akibat makanan tertentu. Beberapa makanan yang
mengandung jenis karbohidrat
kompleks, seperti brokoli dan kacang-kacangan, dapat menghasilkan
gas berlebih di dalam usus.
Obat ini mengandung enzim alami
yang cara kerjanya sama seperti enzim pencernaan
manusia. Ia akan memecah pati dan serat (karbohidrat kompleks)
menjadi karbohidrat sederhana (glukosa) yang lebih mudah dicerna.
Di dalam usus halus, bentuk
karbohidrat yang sederhana ini lebih mudah untuk diolah sampai waktunya
mencapai organ usus besar.
Dengan begitu, produksi gas dari pencernaan makanan tersebut menjadi lebih
terkendali.
3.
Simethicone
Simethicone merupakan obat yang
paling sering dipakai di Indonesia untuk mengatasi begah dan perut kembung. Obat ini bekerja dengan memerangkap
gelembung gas dalam organ cerna sehingga nantinya lebih mudah dikeluarkan
melalui kentut.
Sebelum minum simethicone, baca
cara pakai dan takaran dosisnya dengan teliti. Jika Anda diberikan versi
kapsul, telan seluruh obat dengan air. Jangan mengunyah, menghancurkan, atau
membuka isi kapsul karena akan membuat obat jadi tidak efektif.
Minumlah simethicone setelah
makan dan sebelum tidur, atau seperti yang dianjurkan oleh dokter. Pastikan
Anda berkonsultasi ke dokter terlebih dulu untuk mendapatkan instruksi yang lebih
jelas.
4. Suplemen probiotik
Selain obat, Anda juga dapat
mengonsumsi suplemen probiotik untuk mengatasi
perut begah. Namun, suplemen biasanya dikhususkan untuk mengatasi perut begah
akibat pertumbuhan bakteri berlebih dalam usus (bukan infeksi bakteri).
Probiotik merupakan bakteri
baik yang membantu menjaga kesehatan usus. Beberapa penelitian menunjukkan
bahwa asupan probiotik membantu menjaga keseimbangan bakteri usus
dan memperbaiki kerja usus yang terhambat
Suplemen probiotik untuk perut
begah umumnya mengandung bakteri Bifidobacterium dan Lactobacillus. Tidak hanya suplemen, Anda bisa
mendapatkan bakteri baik ini dari kefir, tempe, yogurt, serta
produk-produk fermentasi lainnya.
5. Prokinetik
Obat prokinetik dapat meredakan
perut begah dan kembung akibat aliran balik asam lambung ke kerongkongan
(refluks asam lambung). Refluks terjadi saat katup bernama otot sfingter
membatasi kerongkongan dan lambung sehingga menjadi lemah.
Akibatnya, asam lambung
mengalir naik dan menyebabkan rasa panas, kembung, serta begah pada perut. Obat
prokinetik membantu mencegah refluks dengan memperkuat otot sfingter esofagus
bagian bawah sekaligus memicu pengosongan lambung.
6.
Antispasmodik
Obat antispasmodik seperti
dicyclomine dan hyoscyamine bekerja dengan
meredakan kram perut yang disebabkan oleh IBS. Obat antispasmodik juga terbukti
cukup efektif mengendurkan otot usus untuk meringankan gejala perut begah
setelah makan.
Akan tetapi, obat perut begah
yang satu ini bisa menyebabkan beberapa efek samping seperti pusing, mulut
kering, dan juga sembelit. Untuk mencegah sembelit akibat minum obat
ini, ada baiknya Anda tetap minum air yang cukup dan juga olahraga.
7. Antibiotik
Infeksi Helicobacter pylori
pada
lambung bisa menyebabkan tukak lambung. Salah satu gejalanya yakni perut yang
terasa kembung dan begah. Untuk mengatasi penyakit ini, dokter biasanya
memberikan antibiotik seperti rifaximin.
Selain itu, suatu penelitian
dalam Journal of Neurogastroenterol
Motil juga menunjukkan bahwa rifaximin bisa
mengatasi perut begah pada penderita IBS. Hanya saja, penelitian ini baru diuji
pada kondisi IBS tanpa sembelit.
Risiko efek samping dari obat
ini diperkirakan rendah. Meski begitu, Anda tidak boleh sembarangan minum antibiotik
tanpa anjuran dari dokter. Pasalnya, hal ini dapat menyebabkan bakteri kebal
obat (resisten).
Anda tidak harus langsung meminum obat
untuk mengatasi perut yang begah, sebab kondisi ini biasanya dapat membaik
dengan sendirinya. Namun, jangan abaikan gejala yang terus bertahan atau bahkan
memburuk setelah Anda minum obat.
Waspadalah pula bila Anda mengalami perut
begah disertai kondisi di bawah ini.
·
Rasa begah berubah menjadi rasa sakit.
·
Pola buang air besar Anda
jadi berubah, termasuk kondisi fesesnya.
·
Nafsu makan berkurang drastis.
·
Berat badan Anda turun tanpa sebab yang jelas.
·
Badan terasa makin lemas dan lesu.
Ada beragam faktor penyebab perut begah,
seperti kebiasaan makan dan kondisi medis tertentu. Obat-obatan bisa jadi
pilihan yang lebih baik dan efektif untuk mengatasi kondisi ini, tapi pastikan
Anda sudah berkonsultasi lebih dulu dengan dokter.

Komentar
Posting Komentar