Obat Jantung
OBAT
PENYAKIT JANTUNG
Pengertian Fargoxin
Fargoxin adalah obat dengan kandungan Digoxin yang
digunakan untuk membantu mengobati gagal jantung, biasanya dikombinasikan
dengan obat lain. Fargoxin juga digunakan untuk mengobati denyut jantung tidak
teratur (fibrilasi atrium kronis). Mengobati gagal jantung dapat membantu
menjaga kemampuan Anda untuk berjalan dan olahraga dan dapat meningkatkan
kekuatan jantung Anda. Mengobati detak jantung yang tidak teratur dapat
menurunkan risiko pembekuan darah, efek yang dapat mengurangi risiko untuk
terkena serangan jantung atau stroke. Fargoxin termasuk dalam kelas obat yang
disebut glikosida jantung. Fargoxin bekerja dengan mempengaruhi mineral
tertentu (natrium dan kalium) dalam sel jantung. Hal ini mengurangi ketegangan
pada jantung dan membantu itu mempertahankan detak jantung normal, stabil, dan
kuat.
Keterangan Fargoxin
1.
Fargoxin Tablet
o
Golongan: Obat Keras
o
Kelas Terapi: Obat
Jantung
o
Kandungan: Digoxin
0.25 mg
o
Bentuk: Tablet
o
Satuan Penjualan:
Tablet
o
Kemasan: Dus, 10
Strip @ 10 Tablet
o
Farmasi: Pratapa
Nirmala
2.
Fargoxin Ampul
o
Golongan: Obat Keras
o
Kelas Terapi: Obat
Jantung
o
Kandungan: Digoxin
0.25 mg/ mL
o
Bentuk: Ampul
o
Satuan Penjualan:
Ampul
o
Kemasan: Dus, 5 Ampul
@ 2 mL
o
Farmasi: Pratapa
Nirmala.
Kegunaan Fargoxin
Fargoxin merupakan obat yang digunakan untuk membantu
mengobati gagal jantung.
Dosis & Cara Penggunaan Fargoxin
Fargoxin termasuk dalam golongan obat keras
sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.
1.
Fargoxin Injeksi
Perawatan darurat pada gagal jantung
o
Diberikan dosis 0.5-1
mg/ hari.
2.
Fargoxin Tablet
o
Digitalisasi cepat
(24-36 jam)
§
Dewasa: diberikan 4-6
tablet dilanjutkan 1 tablet kembali dengan jarak waktu yang memadai kompensasi
tercapai.
§
Anak: dosis 25 mcg /
kg berat badan, dosis dapat ditingkatkan dengan jarak waktu tertentu sampai
kompensasi tercapai.
§
Dosis pemeliharaan:
10-20 mcg / kg berat badan/ hari.
o
Digitalisasi lambat
(3-5 hr)
§
Dosis: 2-3 tablet /
hari dalam dosis terbagi.
§
Dosis perawatan: 1-3
tablet / hari.
Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius, di tempat kering dan terhindar
dari cahaya.
Efek Samping Fargoxin
Efek
samping yang mungkin timbul adalah:
·
Gangguan jantung:
Aritmia (gangguan yang terjadi pada irama jantung)
·
Gangguan mata:
Gangguan penglihatan (penglihatan kabur atau kuning).
·
Gangguan pencernaan:
Diare, mual, muntah.
·
Gangguan sistem
saraf: Gangguan otak, pusing, gangguan sistem.
·
Gangguan kulit dan
jaringan subkutan: Ruam dan urtikaria (Gatal).
Kontraindikasi
Hindari pemberian pada pasien dengan kondisi:
·
Takikardia dan
fibrilasi ventrikel
·
Blok AV derajat 2 dan
lengkap
·
Henti sinus
·
Bradikardia sinus
berlebihan
Interaksi Obat
·
Amfoterisin dapat
meningkatkan kemungkinan toksisitas dari Fargoxin.
·
Antasida; cholestyramine,
colestipol, neomycin, sulfasalazine dapat menghambat penyerapan Fargoxin
didalam tubuh.
·
Peningkatan risiko
aritmia jantung bila diberikan bersamaan dengan garam Ca dan obat antiaritmia.
·
Konsentrasi serum
dapat ditingkatkan dengan quinidine.
Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Fargoxin
ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau
embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi
pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang
yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.
Overdosis
·
Gejala: Efek gangguan
saluran pencernaan seringkali merupakan tanda pertama dari toksisitas yang
meliputi gangguan makan, mual, muntah, diare, sakit perut, dan kembung.
Manifestasi jantung termasuk jantung berdebar, pingsan, gangguan irama
multipel, dan gangguan irama jantung. Efek neurologis dan visual (misalnya
pusing, kelelahan, malaise, lemah, mengantuk, gangguan perilaku, dan kelainan
penglihatan warna) juga dapat terjadi.
·
Penatalaksanaan:
lavage lambung jarang dilakukan, pertimbangkan pra-pengobatan dengan atropin.
Pada keracunan akut, dosis besar arang aktif dapat mencegah penyerapan digoksin
lebih lanjut dan menurunkan kadar serum dengan pengikatan digoksin di
usus. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis
profesional.

Komentar
Posting Komentar